Posts

Showing posts from 2015

Kliping Koran: Internet Alat Eksperimen Sosial, Peneliti Tanah Air Terbukti Bermutu

Image
sumber:google.com Roby Muhamad, pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dalam Seminar “Merayakan Capaian Sains Indonesia” mengungkapkan saat ini mempunyai akses data perilaku manusia dalam skala yang begitu besar yaitu Internet. Keberadaan internet menjadi sarana berinteraksi manusia dengan sesama diberbagai belahan dunia dan dijadikan media pengungkapan sesuatu yang jumlahnya milyaran. Adanya data-data tersebut memungkinkan munculnya fenomena sosial karena meningkatnya keteraturan pola hasil eksperimen. Dimana hanya ilmu alam dan ilmu pasti sajalah yang saat ini mempunyai hukum tersebut.  Seminar yang dilaksanakan di Jakarta ini diadakan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) pada senin 12 Oktober 2015 yang dihadiri Mantan Presiden B.J. Habibie, Mantan Mentri Lingkungan Hidup Emil Salim, dan Ketua AIPI Sangkot Marzuki. Dalam seminar tersebut juga dibicarakan manfaat media sosial sebagai alat eksperimen, yang mana sebelum hadirnya media sosial peneliti f

Kliping Koran:PC Windows Terkecil di Dunia

Image
sumber:google.com Intel Compute Stick merupakan PC Windows terkecil di dunia (chip.co.id). PC Stick ini berukuran kira-kira sebesar flashdisk dan merupakan solusi bagi orang-orang yang membutuhkan kemudahan serta kepraktisan perangkat komputer. PC terkecil ini bisa digunakan pada perangkat monitor apapun, termasuk tv selama memiliki port HDMI. Lalu bagaimana penggunaannya? Simpel dan sederhana itu gambaran penggunaan PC Stick ini karena cara penggunaannya cukup ditancapkan ke port HDMI dalam TV atau monitor dan adaptor sebagai pemasok daya.  PC stick ini memiliki memori 2 GB, kapasitas ruang 32 GB dan dilengkapi proses Intel Atom Quad-Core serta beroperasi dengan sistem Windows 8.1. Selain itu perangkat telah dilengkapi dengan antivirus MacAffe sebagai pengaman. Komputer mini ini juga dilengkapi dengan microSD dan port USB sebagai perangkat penghubung HDD eksternal.

Kliping Koran: Mengenal Rumah Prefabrikasi

Image
sumber:google.com Rumah saat sekarang ini merupakan kebutuhan yang sangat mahal terlebih lagi dikota-kota besar, di pusat kota jakarta untuk ukuran rumah yang sangat sederhana memerlukan biaya 900 juta dalam pembangunannya. Bisa dibayangkan jika tapak sederhana saja semahal itu maka yang bisa membangun rumah hanyalan orang-orang kaya atau menengah keatas. Padahal orang yang menengah kebawah juga memerlukan rumah untuk tempat tinggal dan keberlangsungan hidup. Kondisi ini bisa terjadi dikarenakan ketersediakan lahan untuk mendirikan bangunan sudah sangat minim dan sempit.  Solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu penerapan rumah prefabrikasi (prefabricated house) yang cukup berkembang di luar negeri seperti Australia dan Rusia. Rumah prefabrikasi sendiri merupakan bangunan yang komponennya sudah disiapkan oleh pabrik   sehingga komponennya tinggal dipasang dengan sistem joint. Keutungan rumah ini yaitu lebih praktis, efesien, cepat, tidak membutuhkan banyak tukang dan tid

Kliping Koran: Wirausaha Muda Manfaatkan Media Sosial

Image
sumber:google.com Wirausaha muda dianjurkan untuk memanfaatkan media sosial dalam membangun jaringan bisnis dan pemasaran hasil produksi karena dinilai lebih efektif dan efisien.Ini merupakan hasil dari bincang kewirausahaan dengan tema “Menjadi Wirausaha Muda di Era Digital” pada tanggal 24 September 2015 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku di Ambon. Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha. Pembicara dalam seminar ini yaitu Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Wuryanto, Wakil Presiden Go-Jek Indonesia Dayu Dara Permata (24 thn) dan Pendiri Just Mine Pisang Ijo Riezka Rahmatiana (29 thn). Sementara pemandu acara dibawakan oleh Wartawan harian kompas, Pieter Gero. Riezka memulai usaha sejak tahun 2004 dan telah mencoba delapan usaha yang semuanya gagal. Kemudian ditahun 2007 ia menemukan usaha kesembilan yang membawa kesuksesan yaitu pisang ijo dan diberi nama Just Min

Kliping Koran : Eustachius Sony Indra Rismoko, Memanjakan Telinga Pendengar Musik

Image
sumber:google.com Speaker buatan Sony telah mampu memuaskan para pencinta musik tanah air meskipun masih dalam jumlah terbatas. Hal yang membedakan speaker buatan sony dengan speaker-speaker yang beredar luas dipasaran yaitu terletak pada bentuk yang hanya 4 inchi. Sama halnya dengan komponennya yang mini driver dan tweeteernya juga berukuran kecil. Meskipun demikian suara yang dikeluarkan   dapat mengimbangi subwoofer (bas) berukuran 15 atau 18 inchi. Sony meyakinkan bahwa karyanya tersebut merupakan sound sistem lapangan dengan sistem line array (speaker gantung) terkecil di Indonesia. Ia juga menambahkan speaker mini hasil eksperimennya jauh dari noise dalam penggunaannya bahkan saat dalam mode diam tetapi speaker masih aktif tetap tidak mengeluarkan noise dan desis sekalipun. Maraknya barang-barang tiongkok masuk ke Indonesia, Sony berharap speaker buatannya ini mampu menandingi barang tersebut. Ia juga ingin menyatakan bahwa anak negeri harus mulai bangkit mencipta

Kliping Koran:Dirintis, Sistem Royalti Lukisan

Image
sumber:google.com Badan Ekonomi Kreatif dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual pada Kementrian Hukum dan Hak Asasi merintis sistem royalti untuk lukisan. Hal ini dimaksudkan agar karya para seniman terhindar dari tindak pemalsuan karya seni. Selain itu juga bentuk penyejahteraan bagi seniman dan keluarganya. Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengatakan bahwa sistem royalti lukisan akan sama denga royalti pada penciptaan lagu yaitu setiap transaksi komersial lukisan pada pihak lain   akan tetap mengikat pembayaran royalti kepada pihak seniman atau keluarganya. Masih menurut penuturan Triawan, perintisan sistem royalti ini berakar dari maraknya pemalsuan karya pelukis setelah meninggal dunia, yang diduga mungkin ada keterlibatan pihak keluarga. Dimana melalui pengesahan karya yang diduga palsu, keluarga seniman memperoleh manfaat ekonominya. Sistem royalti lukisan ini juga mengacu pada dasar hukum untuk pemegang hak cipta atas suatu karya seni ak

Kliping Koran : Pelatihan Kreasi Sampah, BLH Klaten Gandeng Bangkit Pandansimping

Image
sumber:google.com Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Bank Sampah Pandansimping Bangkit menggelar pelatihan kreasi sampah di Desa Geneng, Prambanan. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari pada Jumat-Sabtu (8-9 Mei 2015) dan diikuti oleh 150 peserta. Penasehat Bank Sampah Pandansimping, Unggul Santoso, membuka   pelatihan ini dengan penyampaian sample lampion untuk lampu panjeran yang terbuat dari botol bekas dan limbah kain sebagai contoh kreasi limbah plastik yang sudah jadi dan mempunyai nilai seni yang tinggi. Kepala BLH, Ir. Tajudin Akbar memberikan apresiasi yang besar kepada seluruh peserta pelatihan yang hadir dan diharapkan para peserta dapat menjadi contoh untuk wilayah-wilayah lainnya dalam upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman dari sampah. Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran BLH Kab. Klaten, Bambang Subiyantoro SH, mengatakan bahwa pelatihan kreasi ini barang bekas yang berupa sampah

Kliping Koran: Industri Fashion di Yogya Jangan Mencemari Sungai

Image
Menurut Iqbal (Ketua Detox Greenpeace), dibutuhkan sebuah koordinasi yang baik dari pemerintah dan juga masyarakat Yogyakarta sendiri, agar kasus di Sungai Citarum tidak terjadi di Yogya. Dimana pemerintah harus mengeluarkan produk hukum yang tegas untuk mengatur tentang industri fashion dan dampaknya, selain itu warga masyarakat harus mempunyai kesadaran diri menjaga kebersihan air sungai dan menanyakan kepada para pelaku usaha fashion, sudah sesuai aturankah cara produksinya sehingga tetap ramah lingkungan. Selain aksi dari Detox Greenpeace, peringatan Hari Air Sedunia juga diikuti oleh   Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang berpusat di titik Nol Kilometer dengan memasang spanduk yang bertuliskan penolakan privatisasi sumber daya air. Menurut Fahmi, yang merupakan ketua Walhi, bentuk privatisasi air di Yogya ini sendiri berupa maraknya pembangunan hotel yang menyerap banyak sumber air tanah. Imbas dari penyedotan secara berlebihan ini akan membuat permukaan ai

Kliping Koran:Ganjar Siap Lakukan Penertiban, Penambangan Lereng Merapi Tak Terkendali

Image
sumber:google.com Pengerukan barang tambang bukan mineral menggunakan alat berat Backhoe dikawasan Lereng Gunung Merapi semakin tak terkendali, yang mana mengakibatkan rusaknya alam disekitar area penambangan. Meskipun warga sekitar dan aktivis lingkungan telah melaporkan kerusakan lingkungan akibat penambangan liar ini, tetap tidak ada respon dari Pemkab Klaten.  Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah siap menindak lanjuti aktivitas penambangan liar yang merusak lingkungan ini, akan tetapi tetap diperlukan adanya kerjasama dari berbagai pihak. Dimana laporan warga sangat penting disebabkan sulitnya mengontrol penambang ilegal. Hingga rabu (10/6), pihaknya telah menerima sejumlah laporan berkaitan penambangan liar ini, yaitu di Klaten, Boyolali, Magelang, Pati, Demak, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan lainnya.

Kliping Koran: Satwa Dilindungi Kembali Ditemukan Mati

Image
sumber:google.com Ditemukan seekor penyu mati di Pantai Kalimati atau sisi Barat Pantai Parangkusumo Kretek Bantul   pada Senin, 15 Juni 2015. Kondisi penyu tersebut sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap saat pertama kali ditemukan. Selain itu organ dalamnya sudah terburai keluar dan berceceran di hamparan pasir. Meski demikian tempurungnya sempat akan dijarang orang tak dikenal sebelum digagalkan oleh anggota SAR Parangtritis.   Menurut   Komandar SAR, Ali Sutanta Jaka Saputra, saat pertama kali ditemukan warga langsung menginformasikan terhadap Pos SAR Parangtritis, tetapi sangat diisayangkan kondisinya sudah tidak bernyawa. Penemuan bangkai Penyu ini menambah keprihatinan pihak SAR lantaran awal April juga ditemukan Lumba-lumba yang terdampar dan akhirnya mati.  Matinya satwa yang dilindungi tersebut diharapkan dapat dijadikan evaluasi terhadap kemungkinan tercemarnya air di Laut Selatan Bantul, tutur Komandan SAR Parangtritis tersebut. Kemudian demi me

Kliping Koran: Ruwahan Apeman Malioboro Ketika Sampah Jadi Karya Seni Istimewa

Image
sumber:google.com Banyaknya sampah dikota Yogyakarta menjadi keprihatinan sendiri bagi masyarakat. Akan tetapi kondisi ini berbeda ketika komunitas seniman jalanan di Malioboro memberikan sedikit sentuhan seni yang istimewa. Dimana pada Festival Budaya Ruwahan Apeman Malioboro ke-6 sampah-sampah tersebut telah berubah menjadi suatu karya seni yang bernilai tinggi dan alat-alat musik dari barang bekas yang tetap ramah lingkungan.  Festifal seni ini sendiri telah digelar sejak 5 Juni 2015 yang ditandai dengan dipasangnya instalansi seni dari sampah disepanjang   Jalan Malioboro. Selain itu juga terdapat tiga gunungan paca acara Puncak Kirab Budaya Apeman tersebut, yaitu gunungan organik, gunungan apem, dan gunungan sampah. Rute pada acara puncak tanggal 14 Juni ini dimulai dari halaman Kantor Dinas Pariwisata DIY menuju kepatihan Yogyakarta.

Kliping Koran: Pengindap ISPA Naik Drastis, Pencemaran Udara di DIY Lewati Ambang Batas

Image
sumber:google.com          Selama empat hari terakhir jumlah pasien di Yogyakarta yang terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengalami kenaikan yakni mencapai 289 orang. Maraknya penyakit ini karena masih diselimutinya kota Yogya dengan abu vulkanik Gunung Kelud. Dibandingkan dengan empat kabupaten lain di DIY, kota Yogyakarta merupakan tempat yang paling banyak terkena ISPA. Menurut Kabid Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY, Daryanto, banyaknya pengidap ISPA di Yogyakarta kota sebagai akibat mobilitas masyarakatnya yang lebih tinggi sehingga semakin tinggi pula potensi terkena penyakit. Penyakit lainnya yang mulai merambah kota Yogyakarta yakni penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), iritasi mata, alergi, diare, penyakit saluran pencernaan serta penyakit kulit (Dermatitis).    Selain itu hasil Penelitian Dinas Kesehatan DIY yang bekerja sama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Kliping Koran : Pencemaran Sungai, Pabrik Kayu Dituntut Ganti Rugi

Image
sumber:google.com Pabrik kayu lapis CV. Putra Makmur Abadi di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah dituntut ganti rugi karena limbahnya mencemarai Sungai Brongkolan. Berdasarkan penyisiran oleh tim gabungan BLH dan satuan Polri pamong praja Temanggung, adanya limbah ini membuat hewan air dan ternak mati. Menurut Kepala BLH Kabupaten Temanggung, Andristi, pihak pabrik dapat dikenai sanksi baik sanksi administrasi, perdata maupun pidana sesuai dengan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup. Kejadian pencemaran ini sendiri bermula pada hari Selasa (10 Maret 2015) sekitar pukul 15.30 WIB, yang mana air sungai yang mengalir didesa tiba-tiba keruh dan disusul dengan limpahan busa. Letak sungai yang dekat dengan pegunungan seharusny menghasilkan air   yang jernih, akan tetapi keruhnya air sungai ini mengakibatkan ikan dialiran sungai tersebut mati. Selain itu ternak yang meminum air sungai Brongkolan dilaporkan mati mendadak.

Kliping Koran: Mempertahankan Karawang sebagai Kota Lumbung Padi

Image
sumber:google.com Pemerintah kabupaten karawang berupaya melindungi kota karawang sebagai lumbung padi. Hal ini dikarenakan karawang mampu memberikan kontribusi produksi beras hingga 9% yang dihasilkan Provinsi Jawa Barat. Dimana kabupaten karawang memiliki lahan seluas 97.000 hektarare dan mampu memproduksi 1,4 juta ton GKP per tahun. Perlindungan ini dilatarbelakangi agar tidak terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi sektor lain, mengingat kota karawang mulai memasuki era industrialisasi. Boomingnya industripun   akan menarik pembangunan disektor-sektor lain seperti perhotelan, restoran (boga), dan lain sebagainya.  Meskipun kota karawang merupakan kota lumbung padi, yang mana melambungnya harga padi akan menjadikan petani kaya raya. Fakta yang ada saat ada kenaikan harga bahan-bahan pokok, petani tetap kesulitan karena sawah yang mereka kelola bukan hak milik sendiri. Kebanyakan lahan yang diolah petani adalah milik masyarakat yang tinggal di Jakarta. Petani keba

Kliping Koran : Petani Diajak Pakai Pupuk Organik

Image
sumber:google.com Yogyakarta Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Partogi Dame Pakpahan mengatakan bahwa tanah pertanian di Bantul sudah memasuki grade 2 atau mendekati lampu merah untuk penggunaan pupuk kimia. Efek dari penggunaan pupuk kimia bertahun-tahun ini akan menyebabkan tanah rusak. Oleh karena itu para petani di Bantul dihimbau untuk kembali menggunakan pupuk organik. Efek penggunaan pupuk organik memang tidak akan langsung terlihat seperti halnya pupuk kimia, tetapi pupuk organik ini akan membuat tanah semakin subur sehingga baik bagi hasil pertanian. Untuk mendorong pemakaian pupuk organik ini sendiri, pihak pemerintah telah memberikan subsidi 45% sehingga harganya menjadi lebih murah. Satu kilogram pupuk dijual dengan harga Rp 500, meskipun harga produksinya lebih dari Rp 1.000. Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan berupa hewan ternak sehingga kotorannya dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik.

Kliping Koran : Pemulung Hobi Mendalang, Kirtos Populerkan Wayang Rombeng

Image
sumber: google.com Pagelaran wayang biasanya menggunakan peralatan wayang kulit ataupun wayang golek, akan tetapi hal berbeda ditemukan di Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang. Piranti-piranti yang digunakan dalam menggelar pertunjukan wayang ini berasal dari barang-barang rongsokan dan tidak berguna alias barang rombeng. Wayang rombeng sendiri merupakan hasil kreativitas dari Sukirtos (35) yang notabene selain berprofesi sebagai dalang wayang rombeng juga menjadi   pemulung. Ide pembuatan wayang rombeng ini berawal dari pemikiran kirtos tentang mubazirnya   jika rongsokan yang banyak hanya dijual ke tengkulak rongsok.  Sejak dipertunjukan di masyarakat pada April 2014, Kirtos dan wayang rombengnya semakin populer dikalangan penduduk Ajibarang dan sekitarnya. Setiap malampun kirtos dan tujuh pengrawit selalu menggelar latihan di halaman rumahnya, tak pelak banyaknya penonton yang hadir dimanfaatkan untuk menggalang dana demi peningkatan mutu dari wayang rombeng ini. Hal ini

Kliping Koran : Mahasiswa UNY Olah Roti Basi Jadi Bros

Image
sumber:google.com Pernahkan terfikirkan oleh anda, roti basi akan menjadi bros cantik?. Hal ini dapat ditemukan di kota Yogyakarta kabupaten Sleman oleh lima mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kelima mahasiswa tersebut adalah Sarah Sekar Langit- Zulfatin Rahmahani (Pendidikan Bahasa Inggris), Ari Wahtu Martina (Pendidikan Bahasa Jerman), Surya Jatmika (Fisika FMIPA), dan Diah Intan Kusuma (Pendidikan Akuntansi   Fakultas Ekonomi. Pendaurulangan roti basi menjadi bros ini merupakan terobosan baru dalam PKM Kewirausahaan sehingga dikti mendanai program yang diajukan oleh kelima mahasiswa UNY tersebut. Banyaknya roti kadaluwarsa yang tidak dapat dimakan lagi dan hanya dibuang ketempat sampah menjadi alasan kelima mahasiswa UNY dalam proyek pendaurulangan mereka. Limbah ini diubah menjadi sebuah bros cantik yang tidak hanya bernilai ekonomis tinggi tetapi juga ramah lingkungan. Cara pembuatannya juga cukup mudah yakni menggunakan teknik nendo. Apa itu tek

Gaya Kepemimpinan Demokratis

Image
A.      Definisi Gaya Kepemimpinan Demokratis sumber:google.com Gaya Kepemimpinan Demokratis, yaitu gaya seorang pemimpin yang menghargai karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggota organisasi (Prima, A, 2013). Pemimpin selalu melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan saat ada masalah. Selain itu pimpinan juga memberikan gambaran dan bimbingan yang efisien tentang tugas yang akan diberikan kepada bawahannya. Lebih dari itu seorang pemimpin yang mempunyai gaya kepemimpinan demokratis akan menggunakan jabatan dan kekuatan pribadinya untuk memaksimalkan potensi yang ada pada bawahannya sehinga baik karyawan maupun perusahaan dapat berkembang bersama-sama. Pada gaya kepemimpinan demokratis ini terdapat koordinasi yang kuat atas pekerjaan yang diemban masing-masing bawahan sehingga kekuatan utama bukan pada pimpinan melainkan partisipasi aktif dari semua anggota. Rasa tanggung jawab internal pada masing-masing bawahan juga menjadi salah satu dasar dalam