Posts

Showing posts from October, 2015

Kliping Koran: Industri Fashion di Yogya Jangan Mencemari Sungai

Image
Menurut Iqbal (Ketua Detox Greenpeace), dibutuhkan sebuah koordinasi yang baik dari pemerintah dan juga masyarakat Yogyakarta sendiri, agar kasus di Sungai Citarum tidak terjadi di Yogya. Dimana pemerintah harus mengeluarkan produk hukum yang tegas untuk mengatur tentang industri fashion dan dampaknya, selain itu warga masyarakat harus mempunyai kesadaran diri menjaga kebersihan air sungai dan menanyakan kepada para pelaku usaha fashion, sudah sesuai aturankah cara produksinya sehingga tetap ramah lingkungan. Selain aksi dari Detox Greenpeace, peringatan Hari Air Sedunia juga diikuti oleh   Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang berpusat di titik Nol Kilometer dengan memasang spanduk yang bertuliskan penolakan privatisasi sumber daya air. Menurut Fahmi, yang merupakan ketua Walhi, bentuk privatisasi air di Yogya ini sendiri berupa maraknya pembangunan hotel yang menyerap banyak sumber air tanah. Imbas dari penyedotan secara berlebihan ini akan membuat permukaan ai

Kliping Koran:Ganjar Siap Lakukan Penertiban, Penambangan Lereng Merapi Tak Terkendali

Image
sumber:google.com Pengerukan barang tambang bukan mineral menggunakan alat berat Backhoe dikawasan Lereng Gunung Merapi semakin tak terkendali, yang mana mengakibatkan rusaknya alam disekitar area penambangan. Meskipun warga sekitar dan aktivis lingkungan telah melaporkan kerusakan lingkungan akibat penambangan liar ini, tetap tidak ada respon dari Pemkab Klaten.  Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah siap menindak lanjuti aktivitas penambangan liar yang merusak lingkungan ini, akan tetapi tetap diperlukan adanya kerjasama dari berbagai pihak. Dimana laporan warga sangat penting disebabkan sulitnya mengontrol penambang ilegal. Hingga rabu (10/6), pihaknya telah menerima sejumlah laporan berkaitan penambangan liar ini, yaitu di Klaten, Boyolali, Magelang, Pati, Demak, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan lainnya.

Kliping Koran: Satwa Dilindungi Kembali Ditemukan Mati

Image
sumber:google.com Ditemukan seekor penyu mati di Pantai Kalimati atau sisi Barat Pantai Parangkusumo Kretek Bantul   pada Senin, 15 Juni 2015. Kondisi penyu tersebut sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap saat pertama kali ditemukan. Selain itu organ dalamnya sudah terburai keluar dan berceceran di hamparan pasir. Meski demikian tempurungnya sempat akan dijarang orang tak dikenal sebelum digagalkan oleh anggota SAR Parangtritis.   Menurut   Komandar SAR, Ali Sutanta Jaka Saputra, saat pertama kali ditemukan warga langsung menginformasikan terhadap Pos SAR Parangtritis, tetapi sangat diisayangkan kondisinya sudah tidak bernyawa. Penemuan bangkai Penyu ini menambah keprihatinan pihak SAR lantaran awal April juga ditemukan Lumba-lumba yang terdampar dan akhirnya mati.  Matinya satwa yang dilindungi tersebut diharapkan dapat dijadikan evaluasi terhadap kemungkinan tercemarnya air di Laut Selatan Bantul, tutur Komandan SAR Parangtritis tersebut. Kemudian demi me

Kliping Koran: Ruwahan Apeman Malioboro Ketika Sampah Jadi Karya Seni Istimewa

Image
sumber:google.com Banyaknya sampah dikota Yogyakarta menjadi keprihatinan sendiri bagi masyarakat. Akan tetapi kondisi ini berbeda ketika komunitas seniman jalanan di Malioboro memberikan sedikit sentuhan seni yang istimewa. Dimana pada Festival Budaya Ruwahan Apeman Malioboro ke-6 sampah-sampah tersebut telah berubah menjadi suatu karya seni yang bernilai tinggi dan alat-alat musik dari barang bekas yang tetap ramah lingkungan.  Festifal seni ini sendiri telah digelar sejak 5 Juni 2015 yang ditandai dengan dipasangnya instalansi seni dari sampah disepanjang   Jalan Malioboro. Selain itu juga terdapat tiga gunungan paca acara Puncak Kirab Budaya Apeman tersebut, yaitu gunungan organik, gunungan apem, dan gunungan sampah. Rute pada acara puncak tanggal 14 Juni ini dimulai dari halaman Kantor Dinas Pariwisata DIY menuju kepatihan Yogyakarta.

Kliping Koran: Pengindap ISPA Naik Drastis, Pencemaran Udara di DIY Lewati Ambang Batas

Image
sumber:google.com          Selama empat hari terakhir jumlah pasien di Yogyakarta yang terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengalami kenaikan yakni mencapai 289 orang. Maraknya penyakit ini karena masih diselimutinya kota Yogya dengan abu vulkanik Gunung Kelud. Dibandingkan dengan empat kabupaten lain di DIY, kota Yogyakarta merupakan tempat yang paling banyak terkena ISPA. Menurut Kabid Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY, Daryanto, banyaknya pengidap ISPA di Yogyakarta kota sebagai akibat mobilitas masyarakatnya yang lebih tinggi sehingga semakin tinggi pula potensi terkena penyakit. Penyakit lainnya yang mulai merambah kota Yogyakarta yakni penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), iritasi mata, alergi, diare, penyakit saluran pencernaan serta penyakit kulit (Dermatitis).    Selain itu hasil Penelitian Dinas Kesehatan DIY yang bekerja sama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Kliping Koran : Pencemaran Sungai, Pabrik Kayu Dituntut Ganti Rugi

Image
sumber:google.com Pabrik kayu lapis CV. Putra Makmur Abadi di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah dituntut ganti rugi karena limbahnya mencemarai Sungai Brongkolan. Berdasarkan penyisiran oleh tim gabungan BLH dan satuan Polri pamong praja Temanggung, adanya limbah ini membuat hewan air dan ternak mati. Menurut Kepala BLH Kabupaten Temanggung, Andristi, pihak pabrik dapat dikenai sanksi baik sanksi administrasi, perdata maupun pidana sesuai dengan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup. Kejadian pencemaran ini sendiri bermula pada hari Selasa (10 Maret 2015) sekitar pukul 15.30 WIB, yang mana air sungai yang mengalir didesa tiba-tiba keruh dan disusul dengan limpahan busa. Letak sungai yang dekat dengan pegunungan seharusny menghasilkan air   yang jernih, akan tetapi keruhnya air sungai ini mengakibatkan ikan dialiran sungai tersebut mati. Selain itu ternak yang meminum air sungai Brongkolan dilaporkan mati mendadak.