Posts

Showing posts from April, 2014

PERMAINAN SEDERHANA KAYA MANFAAT

Image
sumber:google.com Kelas menulis pada kamis tanggal 3 Oktober 2013 diisi dengan menjawab teka – teki silang yang diberikan oleh Ibu Arundati Shinta. Soal berjumlah 2 ( dua ) kotak isian teka – teki silang dengan target waktu 10 ( sepuluh ) menit untuk setiap soalnya. Ternyata mengisi teka – teki silang tidak semudah kelihatannya . Karena waktu yang kami butuhkan melenceng jauh dari target penyelesaian yakni kurang lebih 2 ( dua ) jam. Sedang untuk ibu Sintha sendiri hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh menit. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ini disebabkan karena faktor kebiasaan, Orang yang tidak terbiasa melakukan suatu hal, akan membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan pekerjaan tersebut dibandingkan orang yang sudah terbiasa. Kembali kemasalah teka – teki silang tadi, tidakkah terfikir   oleh kita “ Siapa penemu permainan itu?; Kenapa ia menciptakannya?; Terinspirasi dari apakah pembuatannya?; serta Adakah manfaat yang diperoleh dari permaianan ini? “.

SEKILAS TENTANG AMNESIA

Amnesia adalah kehilangan daya ingat tetapi tidak menyebabkan hilangnya identitas diri. Penyebab amnesia karena kerusakan struktur otak yang membentuk sistem limbik, yang mengendalikan emosi dan kenangan. Struktur itu meliputi thalamus di pusat otak dan formasi hippokampus di lobus temporal otak. Thalamus merupakan pusat relai pesan ke dan dari top dari otak, bagian ini juga mengintegrasikan dan mengkoordinasikan pesan tersebut. Sedang hippokampus merupakan bagian prossesing memori. Orang yang mengalami kerusakan hippokampus tidak mampu mengingat dalam waktu yang tidak lebih dari beberapa detik, tidak ada permanent record dari pengalamannya (Matheis,1989 dalam paterson,1999 dalam Walgito,2010). Menurut Mandal (2013) ada beberapa penyebab timbulnya amnesia, antara lain: ·          Obat penenang dan beberapa obat-obatan untuk melawan penyakit parkinson. ·          Kerusakan otak jangka panjang akibat penyalahgunaan alkohol ·          Diet   atau kekurangan vitamin B1 ata

Palajaran Berharga dalam Makrabku

Malam akrab gabungan fakultas psikologi dan ekonomi dilaksanakan pada tanggal 2 – 3 November   2013 bertempat di Villa Bella Plaza Kaliurang. Perjalanan kekaliurang kurang lebih menempuh waktu   satu jam lebih. Kegiatan hari pertama malam akrab adalah sharing organitation yang dibawakan oleh Kak Ahmad Yani. Dalam sharing ini peserta makrab bisa menceritakan pengalaman - pengalamannya selama berorgangisasi (bagi yang akif berorganisasi) dan menambah pengetahuan bagi peserta lain yang kurang aktif dalam sebuah organisasi. Sebenarnya apa sih arti organisasi sendiri? Adakah faktor   penunjang seseorang dalam berorganisasi? Dan masalah apa yang sering muncul dalam sebuah organisasi itu? Organisasi adalah perkumpulan manusia yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan            yang sama. Ada dua faktor penunjang seseorang dalam berorganisasi yaitu Public Speaking dan Public Relation . Public Speaking merupakan cara atau kemampuan seseorang   dalam berbicara didepan umum, seda

Motivasi Sosial Atasi Interrole Conflict

Motivasi sosial bisa digunakan untuk mengurangi stress pada individu yang mempunyai dua peran ganda. Sebagai contoh Dika seorang remaja berusia 18 tahun merupakan mahasiswa disebuah universitas. Selain kuliah Dika juga menjadi pekerja partime disebuah restoran. Ini semua dilakukannya untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup dia dan keluarganya, karena ayahnya sudah dua tahun terkena penyakit stroke . Awal mula menjalani runtinitas ini terasa berat bagi Dika, kuliahnya sempat terbengkalai karena harus membangi waktu dengan kerja. Akan tetapi berkat dukungan keluarga dan kesadaran diri bahwa nasib keluarganya berada ditangannya membuat Dika tetap bertahan. Aplikasi diatas merupakan contoh dari interrole conflict dalam teori peran sebagai bagian dari interaksi sosial. Dimana interrole conflict ini timbul ketika seseorang memanggul dua tau lebih posisi yang mana posisi-posisi tersebut mempunyai tanggung jawab yang saling bertolak belakang (Shinta, 2002). Kembali pada kasus D

Seleksi Kerja Semua Orang Pasti Pernah Mengalaminya

Seleksi kerja ini merupakan suatu bagian dari proses kehidupan yang dialami oleh setiap para pencari kerja. Hal ini juga pernah dialami oleh AW (20 tahun), enam belas bulan yang lalu saat dia memperoleh panggilan kerja dari perusahaan tempatnya kini bekerja. Sebelum akhirnya AW diterima diperusahaan tersebut, ia juga melalui berbagai tahapan dalam seleksi kerja. Tahapan seleksi kerja yang pertama yakni tes tertulis, dimana bentuk dari tes ini merupakan tes kraeplin dan tes hitung matematika. Dalam tes kraeplin, AW disuruh untuk menjumlahkan deretan angka dalam satu lembaran kertas tes. Dimana jumlah yang ditulis dari hasil antara baris pertama dan kedua, juga baris ketiga dengan keempat dan seterusnya, hanya ditulis nilai satuannya saja, selain itu dalam memulai dan berhenti menjumlahpun harus mengikuti aba-aba dari instruktur. Kemudian setelah lulus dari tes kraeplin AW diberi tes hitung matematika. Soal – soal yang diberikan berupa aplikasi dasar dari hitungan matematika (soal kom

Sikap Penyebab Seseorag Berperilaku

Menurut Kohler dan Berman (1979 dalam Fisher, 1982 dalam Shinta, 2002) bahwa sikap itu cenderung akan menyebabkan timbulnya sebuah perilaku seseorang terhadap orang lain ataupun perilakunya terhadap lingkungan sekitar. Dimana arti sikap itu sendiri merupakan suatu kecenderungan indidvidu untuk mengevaluasi dan membuat tanggapan terhadap obyek – obyek sosial dengan cara – cara yang konsisten dan mempunyai arah favorable (menyenangkan) dan ufavorable (tidak menyenangkan) (Fisher, 1982 dalam Shinta, 2002). Sebagai contoh Dini tidak suka dengan Vera, maka Dini akan berperilaku menjauhi Vera, walaupun mereka berada dalam satu divisi yang sama. Ini disebabkan karena keslahan fahaman di masa lalu yang tak terselesaikan hingga terbawa dalam pekerjaannya di masa kini. Mereka cenderung akan berperilaku saling menjauh dan acuh tak acuh satu sama lain. Sikap itu cenderung rumit sehingga perlu mempelajari fungsi dari sikap itu sendiri agar bisa mendalami tentang konsep dari sikap. Dimana me

STRATEGI MENGOLAH RASA IRI

Kadang   terbersit di hati kita, rasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain. Entah itu dalam   hal materi, paras (wajah), postur tubuh, atau bahkan dalam hal prestasi akademik. Kenapa kita tidak bisa seperti mereka yang nampak lebih kemilau? Mengapa mereka lebih unggul daripada saya? Rasa iri itu telah membuat kita terkungkung dengan pemikiran diri sendiri yang sempit dan lupa untuk mensyukuri segala sesuatu yang telah   dimiliki. Bila mau jujur, sebenarnya kondisi kita pada hakekatnya sama saja seperti orang-orang yang menjadi sasaran perbandingan kita. Mereka juga mempunyai waktu 24 jam, seperti halnya kita. Mereka juga makan nasi, menghirup udara di Indonesia, mempunyai sekolah yang sama, bahkan mungkin saja mereka tinggal satu desa dengan kita. Ketika diserang rasa iri itu, kita tidak mampu melihat kebaikan-kebaikan yang telah dimiliki. Hal ini karena kita sibuk memikirkan kekurangan diri sendiri. Ibaratnya gajah dipelupuk mata tidak tampak, kutu di seberang lautan tampak denga

Awas Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT   sudah bukan masalah baru lagi di indonesia. Hampir setiap tahun prosentase pelaporan kasus ini mengalami peningkatan. Sesuai dengan arsip Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tercatat   105.103 kasus di tahun 2010 dan meningkat menjadi 119.107 kasus untuk tahun 2011 (Mardiani,D,2012). Masih banyak lagi   kasus kekerasan dalam rumah tangga yang tak terungkap, disebabkan ciutnya nyali korban untuk melapor kepada pihak yang berwajib. Seperti kasus Feti (16) yang selama hampir satu tahun menahan siksaan dari sang suami (KR). Baru   pada selasa (19/11) Feti berani memberontak dari tekanan suami. Kekerasaan dalam rumah tangga yang dialami feti , selain akibat dari nikah sirinya juga merupakan   imbas dari pernikahan usia dini yang ia jalani (Kompas,2013). Pernikahan dini sangat rentan sekali terhadap tindak kekerasan dalam rumah tangga, dikarenakan   tingkat emosi sama   - sama masih labil sehingga bila terjadi percekcok

Mekanisme Gerak Refleks pada Manusia

Saat tangan kita tersengat api, otomatis kita akan menarik tangan dari sumber sengatan   tersebut dengan sangat cepat. Inilah yang dinamakan gerak refles, yaitu suatu gerakan yang diperlihatkan seseorang untuk mempertahankan atau melindungi tubuh dari kemungkinan –   kemungkinan cacat, cidera, luka dan lain – lain (Sobur,A, 2003). Saat menerima rangsangan yang sifatnya   darurat atau membahayakan tubuh, teryata   implus atau rangsangannya tidak dibawa ke otak sebagai pusat kesadaran, akan tetapi hanya sampai pada sumsum tulang belakang.   Kenapa   rangasangan ini tidak direspon oleh otak ? Bagaimana alur terjarjadinya gerak refleks tersebut? Adanya perbedaan fungsi antara kerja otak dengan sumsum tulang belakang? Rangsangan pada gerak refleks tidak ditanggapi oleh otak layaknya gerak – gerak biasa yang kita lakukan sehari – hari, ini dikarenakan gerakan tersebut digunakan untuk   melindungi tubuh yang sifatnya berbahaya dan terjadi sangat cepat sekali. Jadi jika respon tersebut m

Pengantar Psikologi Sosial

Psikologi merupakan ilmu tentang perilaku atau aktivitas – aktivitas, dimana perilaku atau aktivitas – aktivitas tersebut merupakan manifestasi dari kehidupan kejiwaan (Walgito, 1994). Ilmu psikologi sendiri mempunyai cabang yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam berinteraksi dimasyarakat atau lingkungan sosial. Cabang tersebut dikenal dengan nama psikologi sosial. Perilaku individu dimasyarakat merupakan akibat dari stimulus yang diterimanya baik yag bersifat eksternal ataupun internal (Walgito, 1994). Sebagai contoh terdapat seorang karyawan disebuah perusahaan yang sedang mengalami konflik internal dengan keluarganya, tanpa sadar pekerja tadi membentak rekan kerjanya sebagai bentuk pelampiasan kekesalan atas masalah dengan keluarganya. Perilaku membentak tadi merupakan respon atas sikap rekan kerjanya yang usil atau mengganggu. Padahal pada kondisi wajar pekerja tadi tidak akan menanggapi gurauan rekannya dengan serius, akan tetapi karena ia sendiri sedang mengalami k