Posts

Showing posts with the label psikologi

Aplikasi Kebutuhan Maslow dalam Kehidupan Sehari – Hari

Image
sumber: google.com Keluarga merupakan lingkungan yang pertama kali dikenal oleh individu, yang didalamnya terdapat berbagai macam pemenuhan kebutuhan. Menurut Maslow kebutuhan – kebutuhan tersebut dikelompokan menjadi lima yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta dan memiliki – dimiliki, penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri (Sobur, 2003). Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan manusia yang paling dasar   berupa kebutuhan makanan, minuman, tempat beteduh, seks, tidur, dan oksigen (Maslow dalam Sobur, 2003). Aplikasi dari teori kebutuhan fisiologis ini misalnya saat pulang kerja kakak merasa lapar, akan tetapi dimeja makan belum ada makanan. Hal ini akan membuat kakak kesal dan membuat makanan sendiri akan tetapi dengan perasaan yang agak sedikit marah. Sebaliknya jika kebutuhan ini telah terpenuhi maka kakak akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan akan rasa aman ini meliputi perlindungan, keamanan, hukum...

Konseling dengan Psikoterapi atasi Stress Pasca Trauma

Image
Dua tahun yang lalu terjadi perampokan di rumah Maura. Selain merenggut nyawa ibundanya, juga menyisakan trauma yang begitu dalam pada diri Maura. Sejak peristiwa itu,   ia lebih memilih mengurung diri di kamar dan tak mau berbicara sepatah katapun, serta selalu menangis histeris jika mendengar kegaduhan. Maura merasakan ketakutan yang begitu hebat pasca   peristiwa perampokan itu. Lebih dari sekedar rasa takut, sekarang hidup Maura seperti terhenti begitu saja dan selalu terbayang oleh kenangan bersama mendiang Ibundanya. Kasus ini merupakan salah satu contoh dari terganggunya hubungan dyadic, yang mana kematian pasangan hidup, perceraian perkawinan dan kematian anggota keluarga yang terdekat menempati peringkat lima besar tentang stress yang dialami individu karena adanya perubahan dalam kehidupan sosialnya (Holmes & Rahe, 1985 dalam Gibson Ivan Cevich & Donatelly, 1985 dan Mohammad, 1983 dalam Shinta, 2002). Penulis memprediksikan keadaan Maura yang men...

Stereotip Gender Bukan Lagi Momok

Image
sumber : google.com Gender pada zaman dahulu masih membatasi gerak wanita diberbagai bidang kehidupan, khususnya dunia industri atau pekerjaan. Pengertian gender sendiri adalah elemen dasar dalam diri kita (Taylor, Shelley, et.al, 2009). Dimana dahulu kala wanita selalu menjadi sosok yang terbelakang, sedang laki-laki lebih memiliki kedudukan yang terhormat. Keterhormatan ini bisa kita lihat pada jabatan yang diduduki oleh laki-laki di pabrik-pabrik seperti manajer, CEO dan lain sebagainya. Kondisi ini juga didukung oleh sebuah survei nasional tentang peran gender yang nyata dalam setting kerja aktual, yang mana wanita dianggap kurang bisa bekerja dan sulit dipromosikan, kurang kemampuannya untuk mengambil keputusan dan mengatasi tekanan (Taylor, Sheelley, et.al, 2009). Seiring berkembangannya waktu stereotif gender ini bukan lagi hal yang menakutkan karena mulai memudar. Dimana wanita bukan lagi menjadi sosok yang terbelakang dan tertinggal. Berbagai usaha dilakukan oleh w...

Optimalkan Potensi Diri = Tingkatkan Citra Diri Anak Berkebutuhan Khusus

Image
sumber : google   Citra diri merupakan gambaran tentang diri sendiri (Cremer dan Siregar, 1993 dalam Shinta, 2002). Dimana pembentukan citra diri ini bukan sesuatu yang dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh melalui interaksi sosial dengan lingkungannya. Adanya citra diri ini juga akan menetukan cara seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain, misalnya saja seorang guru. Guru ini tentunya harus mempunyai image atau citra diri yang baik dimasyarakat, yang mana guru merupakan sosok yang mempunyai andil dalam mencerdaskan seorang anak baik itu secara moral maupun intelektual.   Untuk itu biasanya citra diri yang ada pada guru di masyarakat seperti jujur, adil, disiplin, berwibawa, cerdas, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.  Mengingat citra diri itu melekat disetiap orang baik itu orang normal maupun berkebutuhan khusus, tentunya juga harus mampu menerima pencitraan atas dirinya entah itu negatif ataupun posistif. Kenyataan yang ada tidak semua orang mampu...

Sikap Penyebab Seseorag Berperilaku

Menurut Kohler dan Berman (1979 dalam Fisher, 1982 dalam Shinta, 2002) bahwa sikap itu cenderung akan menyebabkan timbulnya sebuah perilaku seseorang terhadap orang lain ataupun perilakunya terhadap lingkungan sekitar. Dimana arti sikap itu sendiri merupakan suatu kecenderungan indidvidu untuk mengevaluasi dan membuat tanggapan terhadap obyek – obyek sosial dengan cara – cara yang konsisten dan mempunyai arah favorable (menyenangkan) dan ufavorable (tidak menyenangkan) (Fisher, 1982 dalam Shinta, 2002). Sebagai contoh Dini tidak suka dengan Vera, maka Dini akan berperilaku menjauhi Vera, walaupun mereka berada dalam satu divisi yang sama. Ini disebabkan karena keslahan fahaman di masa lalu yang tak terselesaikan hingga terbawa dalam pekerjaannya di masa kini. Mereka cenderung akan berperilaku saling menjauh dan acuh tak acuh satu sama lain. Sikap itu cenderung rumit sehingga perlu mempelajari fungsi dari sikap itu sendiri agar bisa mendalami tentang konsep dari sikap. Dimana me...

Pengantar Psikologi Sosial

Psikologi merupakan ilmu tentang perilaku atau aktivitas – aktivitas, dimana perilaku atau aktivitas – aktivitas tersebut merupakan manifestasi dari kehidupan kejiwaan (Walgito, 1994). Ilmu psikologi sendiri mempunyai cabang yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam berinteraksi dimasyarakat atau lingkungan sosial. Cabang tersebut dikenal dengan nama psikologi sosial. Perilaku individu dimasyarakat merupakan akibat dari stimulus yang diterimanya baik yag bersifat eksternal ataupun internal (Walgito, 1994). Sebagai contoh terdapat seorang karyawan disebuah perusahaan yang sedang mengalami konflik internal dengan keluarganya, tanpa sadar pekerja tadi membentak rekan kerjanya sebagai bentuk pelampiasan kekesalan atas masalah dengan keluarganya. Perilaku membentak tadi merupakan respon atas sikap rekan kerjanya yang usil atau mengganggu. Padahal pada kondisi wajar pekerja tadi tidak akan menanggapi gurauan rekannya dengan serius, akan tetapi karena ia sendiri sedang mengalami k...

Pesan Berantai Sarana Melatih Daya Ingat

Bermain games seperti pesan berantai sangat mengasyikan. Cara bermainnya pun juga sederhana yakni   pemain terdiri dari empat atau lima orang, berdiri agak berjauhan sebagai jarak bagi masing – masing pemain, pemain pertama dibisikan klue, kata, atau kalimat oleh pemandu lalu pemain pertama berjalan kearah pemain ke dua dan membisikan kata yang ia dengar tadi, begitu juga dengan pemain kedua setelah mendengar kata dari pemain pertama kemudian   berjalah dan membisikan    kata tersebut kepada pemain ketiga, begitu seterusnya sampai pada   pemain kelima atau pemain terakhir. Tugas pemain terakhir adalah melaporkan kata yang ia terima kepada pemandu, pemandu lalu menyesuaikan kata yang ia berikan kepada pemain pertama dengan hasil laporan dari pemain terakhir. Dari laporan tersebut dapat kita ketahui adakah penambahan atau pengurangan   dalam klue atau kalimat tersebut, perbedaan   antara satu individu dengan individu yang lain berkenaan dengan hasi...

Kebutuhan Terpenuhi = Kesehatan Mental Terjaga

Image
sumber:google.com Ketidakmampuan individu dalam mengenali serta memenuhi kebutuhan hidupnya akan menyebabkan penyakit defisiensi (Maslow dalam Gobler, 1987 dalam Notosoedirjo & Latipun, 2001). Untuk itu agar kesehatan mental individu tetap terjaga, terlebih dulu ia harus mampu mengenali kebutuhannya kemudian berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu kebutuhan menurut Maslow adalah   kebutuhan untuk berprestasi dan aktualisasi diri. Berikut ini contoh dari usaha seseorang dalam memenuhi kubutuhan dirinya untuk berprestasi dan aktualisasi diri. Tina adalah seorang anak yang pandai bermain piano. Untuk mengembangkan bakatnya, orang tua tina mengikutkannya disebuah les piano. Akan tetapi selain jago piano, ia juga merupakan gadis yang   pemalu sehingga menyebabkan interaksinya dengan orang lain sangatlah kurang. Padahal menurut Barber (1964 dalam Notosoedirjo & Latipun, 2001) makin baik interaksi sosial seseorang makin baik kesehatan mentalnya, dan seb...

Membangkitkan Semangat Belajar dengan Persaingan

Belajar merupakan setiap perubahan yang relatif menetap dalam   tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman (Morgan dalam Muslimah, 2013). Dalam belajar diperlukan suatu dorongan ataupun penggerak agar siswa bisa rajin dan tekun, sehingga memperoleh prestasi akademik yang memuaskan.   Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam (instrinsik) maupun dari luar individu (ekstrinsik), yang dapat mengembangkan daya kreasi dan imajinasi pelajar serta menjaganya tetap tekun belajar. Salah satu penggerak tersebut adalah dengan saingan atau kompetisi. Pesaingan, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (Sardiman, 2003). Prestasi   orang lain yang jauh lebih baik dari kita, akan menimbulkan keirian dan memicu semangat belajar dalam diri kita, dan berkeinginan untuk bisa mengunggulinya. Dengan kata lain kompetisi dapat dijadikan sarana dalam meningkatkan belajar siswa. Contoh aplikasi persai...

Evaluasi Sarana Menilai Prestasi Belajar Siswa

Belajar merupakan tugas utama seorang siswa, baik di sekolah dasar, sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Belajar sebagai sebuah proses, hasilnya tidak diperoleh secara instant. Akan tetapi melalui suatu periode tertentu yang mengakibatkan bertambahnya   pengengetahuan dan perubahan perilaku individu (Walgito, 2005). Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman materi dan hasil prestasi yang diperoleh, maka diadakan sebuah evaluasi. Yaitu proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai siswa atau mahasiswa sesuai   dengan kriteria yang telah ditetapkan (Muslimah, 2013). Salah satu bentuk evaluasi tersebut ialah evaluasi sumatif, seperti UTS dan UAS. Evaluasi ini lazimnya dilakukan setiap akhir semester atau tahun ajaran, akan tetapi bisa diberikan juga ditengahn- tengah semester   (Muslimah, 2013). Evaluasi atau lebih dikenal dengan istilah ujian ini, merupakan momen penting bagi siswa karena dari sini akan diketahui prestasi belajar yang mampu ia capai. W...

Menjaga Kesehatan Mental dalam keluarga Lower Class

Lower   Class adalah pekerjaan semi terampil atau pekerja kasar di pabrik atau pekerja tidak terampil. Pendidikan orang tua tidak tamat SD. Tempat tinggal dirumah petak atau Flat. Kehidupan sosialnya dijalanan atatu agen sosial ( Notosoedirjo & Latipun, 2001 ) . Seorang anak berasal dari keluarga lower class, pekerjaan   orang tua sebagai seorang tukang becak. Orang tua dari anak tersebut kurang memperhatikan perkembangan si anak dikarenakan fokus pada usahanya untuk mencukupi kebutuhan   keluarga, sehingga   menimbulkan ketidak percayaan dalam diri sang anak (minder) dan interaksinya dengan dunia luar kurang (menjadi pribadi tertutup).   Barber (1964 dalam Notosoedirjo & Latipun, 2001) mengemukakan bahwa rendahnya interaksi sosial bisa menyebabkan gangguan mental.   Anak yang kurang   pergaulan bisa menjadi peyebab terkenanya gangguan mental, karena jika ada masalah cenderung ia pendam dan bisa jadi masalah itu bisa membuatnya stress ....

Semua Bermula dari Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan yang pertama kali dikenal oleh seorang anak. Secara tidak langsung keluarga mempunyai   andil yang cukup besar dalam pembentukan perilaku dan kepribadian anak. Bagaimana seorang anak bertingkah laku dimasyarakat bisa mencerminkan kondisi atau situasi dalam keluarganya.   Hasil survai yang dilakukan Lembaga Penelitian Pendidikan IKIP Bandung terhadap 920 orang anak nakal di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Wanita dan Anak-anak di Tanggerang ( Sobari, 2011 dalam Melania, 2012 ) menyatakan 51% anak nakal berasal dari keluarga broken home, 31% anak nakal berasal dari kelurga yang sering meninggalkan anaknya sendiri di rumah, dan 14,5% anak nakal berasal dari keluarga yang tidak harmonis dan sering bertengkar. . Hal ini sejalan dengan pendapat Kartono, K (2002) bahwa kualitas rumah tangga atau kehidupan keluarga jelas memainkan peran besar dalam membentuk kepribadian remaja delikuen.   Orang tua yang sibuk bekerja sehingga menyebabkan interaks...

CARA MENGATASI FOBIA

Sering kita temui disekitar kita orang yang mempunyai ketakutan berlebih terhadap suatu hal. Ini yang dinamakan dengan   Fobia , yaitu ketakutan yang luar biasa   dan tanpa alasan terhadap sebuah   obyek   atau situasi yang tidak masuk akal (Keyliana,R,2010). Bagi kita hal yang menjadi sumber ketakutan penderita fobia adalah hal biasa,tetapi bagi mereka   akan menimbulkan persaan tidak nyaman, cemas dan ingin menghindar dari sumber ketakutan tersebut. Jenis fobia yang sering ditemui antara lain ketakutan   akan ketinggian (hyperphobia), ketakutan akan air (hydrophobia), ketakutan akan darah, dan takut terhadap beberapa jenis hewan tertentu. Pada umumnya fobia disebabkan   karena peristiwa atau pengalaman pribadi di masa kanak – kanak yang   tidak menyenangkan sehingga menyebabkan trauma, kemudian hal tersebut   ditekankan kedalam   alam   bawah sadar   dengan pengertian yang salah tentang peristiwa itu sehingga timbulah ...