Posts

Showing posts with the label kliping koran

Kliping Koran: Industri Fashion di Yogya Jangan Mencemari Sungai

Image
Menurut Iqbal (Ketua Detox Greenpeace), dibutuhkan sebuah koordinasi yang baik dari pemerintah dan juga masyarakat Yogyakarta sendiri, agar kasus di Sungai Citarum tidak terjadi di Yogya. Dimana pemerintah harus mengeluarkan produk hukum yang tegas untuk mengatur tentang industri fashion dan dampaknya, selain itu warga masyarakat harus mempunyai kesadaran diri menjaga kebersihan air sungai dan menanyakan kepada para pelaku usaha fashion, sudah sesuai aturankah cara produksinya sehingga tetap ramah lingkungan. Selain aksi dari Detox Greenpeace, peringatan Hari Air Sedunia juga diikuti oleh   Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang berpusat di titik Nol Kilometer dengan memasang spanduk yang bertuliskan penolakan privatisasi sumber daya air. Menurut Fahmi, yang merupakan ketua Walhi, bentuk privatisasi air di Yogya ini sendiri berupa maraknya pembangunan hotel yang menyerap banyak sumber air tanah. Imbas dari penyedotan secara berlebihan ini akan membuat permukaa...

Kliping Koran:Ganjar Siap Lakukan Penertiban, Penambangan Lereng Merapi Tak Terkendali

Image
sumber:google.com Pengerukan barang tambang bukan mineral menggunakan alat berat Backhoe dikawasan Lereng Gunung Merapi semakin tak terkendali, yang mana mengakibatkan rusaknya alam disekitar area penambangan. Meskipun warga sekitar dan aktivis lingkungan telah melaporkan kerusakan lingkungan akibat penambangan liar ini, tetap tidak ada respon dari Pemkab Klaten.  Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah siap menindak lanjuti aktivitas penambangan liar yang merusak lingkungan ini, akan tetapi tetap diperlukan adanya kerjasama dari berbagai pihak. Dimana laporan warga sangat penting disebabkan sulitnya mengontrol penambang ilegal. Hingga rabu (10/6), pihaknya telah menerima sejumlah laporan berkaitan penambangan liar ini, yaitu di Klaten, Boyolali, Magelang, Pati, Demak, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan lainnya.

Kliping Koran: Satwa Dilindungi Kembali Ditemukan Mati

Image
sumber:google.com Ditemukan seekor penyu mati di Pantai Kalimati atau sisi Barat Pantai Parangkusumo Kretek Bantul   pada Senin, 15 Juni 2015. Kondisi penyu tersebut sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap saat pertama kali ditemukan. Selain itu organ dalamnya sudah terburai keluar dan berceceran di hamparan pasir. Meski demikian tempurungnya sempat akan dijarang orang tak dikenal sebelum digagalkan oleh anggota SAR Parangtritis.   Menurut   Komandar SAR, Ali Sutanta Jaka Saputra, saat pertama kali ditemukan warga langsung menginformasikan terhadap Pos SAR Parangtritis, tetapi sangat diisayangkan kondisinya sudah tidak bernyawa. Penemuan bangkai Penyu ini menambah keprihatinan pihak SAR lantaran awal April juga ditemukan Lumba-lumba yang terdampar dan akhirnya mati.  Matinya satwa yang dilindungi tersebut diharapkan dapat dijadikan evaluasi terhadap kemungkinan tercemarnya air di Laut Selatan Bantul, tutur Komandan SAR Parangtritis tersebu...

Kliping Koran: Ruwahan Apeman Malioboro Ketika Sampah Jadi Karya Seni Istimewa

Image
sumber:google.com Banyaknya sampah dikota Yogyakarta menjadi keprihatinan sendiri bagi masyarakat. Akan tetapi kondisi ini berbeda ketika komunitas seniman jalanan di Malioboro memberikan sedikit sentuhan seni yang istimewa. Dimana pada Festival Budaya Ruwahan Apeman Malioboro ke-6 sampah-sampah tersebut telah berubah menjadi suatu karya seni yang bernilai tinggi dan alat-alat musik dari barang bekas yang tetap ramah lingkungan.  Festifal seni ini sendiri telah digelar sejak 5 Juni 2015 yang ditandai dengan dipasangnya instalansi seni dari sampah disepanjang   Jalan Malioboro. Selain itu juga terdapat tiga gunungan paca acara Puncak Kirab Budaya Apeman tersebut, yaitu gunungan organik, gunungan apem, dan gunungan sampah. Rute pada acara puncak tanggal 14 Juni ini dimulai dari halaman Kantor Dinas Pariwisata DIY menuju kepatihan Yogyakarta.

Kliping Koran: Pengindap ISPA Naik Drastis, Pencemaran Udara di DIY Lewati Ambang Batas

Image
sumber:google.com          Selama empat hari terakhir jumlah pasien di Yogyakarta yang terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengalami kenaikan yakni mencapai 289 orang. Maraknya penyakit ini karena masih diselimutinya kota Yogya dengan abu vulkanik Gunung Kelud. Dibandingkan dengan empat kabupaten lain di DIY, kota Yogyakarta merupakan tempat yang paling banyak terkena ISPA. Menurut Kabid Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY, Daryanto, banyaknya pengidap ISPA di Yogyakarta kota sebagai akibat mobilitas masyarakatnya yang lebih tinggi sehingga semakin tinggi pula potensi terkena penyakit. Penyakit lainnya yang mulai merambah kota Yogyakarta yakni penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), iritasi mata, alergi, diare, penyakit saluran pencernaan serta penyakit kulit (Dermatitis).    Selain itu hasil Penelitian Dinas Kesehatan DIY yang bekerja sama dengan Balai Teknik Keseha...

Kliping Koran: Mempertahankan Karawang sebagai Kota Lumbung Padi

Image
sumber:google.com Pemerintah kabupaten karawang berupaya melindungi kota karawang sebagai lumbung padi. Hal ini dikarenakan karawang mampu memberikan kontribusi produksi beras hingga 9% yang dihasilkan Provinsi Jawa Barat. Dimana kabupaten karawang memiliki lahan seluas 97.000 hektarare dan mampu memproduksi 1,4 juta ton GKP per tahun. Perlindungan ini dilatarbelakangi agar tidak terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi sektor lain, mengingat kota karawang mulai memasuki era industrialisasi. Boomingnya industripun   akan menarik pembangunan disektor-sektor lain seperti perhotelan, restoran (boga), dan lain sebagainya.  Meskipun kota karawang merupakan kota lumbung padi, yang mana melambungnya harga padi akan menjadikan petani kaya raya. Fakta yang ada saat ada kenaikan harga bahan-bahan pokok, petani tetap kesulitan karena sawah yang mereka kelola bukan hak milik sendiri. Kebanyakan lahan yang diolah petani adalah milik masyarakat yang tinggal di Jakarta. Pe...

Kliping Koran : Petani Diajak Pakai Pupuk Organik

Image
sumber:google.com Yogyakarta Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Partogi Dame Pakpahan mengatakan bahwa tanah pertanian di Bantul sudah memasuki grade 2 atau mendekati lampu merah untuk penggunaan pupuk kimia. Efek dari penggunaan pupuk kimia bertahun-tahun ini akan menyebabkan tanah rusak. Oleh karena itu para petani di Bantul dihimbau untuk kembali menggunakan pupuk organik. Efek penggunaan pupuk organik memang tidak akan langsung terlihat seperti halnya pupuk kimia, tetapi pupuk organik ini akan membuat tanah semakin subur sehingga baik bagi hasil pertanian. Untuk mendorong pemakaian pupuk organik ini sendiri, pihak pemerintah telah memberikan subsidi 45% sehingga harganya menjadi lebih murah. Satu kilogram pupuk dijual dengan harga Rp 500, meskipun harga produksinya lebih dari Rp 1.000. Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan berupa hewan ternak sehingga kotorannya dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik.

Kliping Koran : Pemulung Hobi Mendalang, Kirtos Populerkan Wayang Rombeng

Image
sumber: google.com Pagelaran wayang biasanya menggunakan peralatan wayang kulit ataupun wayang golek, akan tetapi hal berbeda ditemukan di Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang. Piranti-piranti yang digunakan dalam menggelar pertunjukan wayang ini berasal dari barang-barang rongsokan dan tidak berguna alias barang rombeng. Wayang rombeng sendiri merupakan hasil kreativitas dari Sukirtos (35) yang notabene selain berprofesi sebagai dalang wayang rombeng juga menjadi   pemulung. Ide pembuatan wayang rombeng ini berawal dari pemikiran kirtos tentang mubazirnya   jika rongsokan yang banyak hanya dijual ke tengkulak rongsok.  Sejak dipertunjukan di masyarakat pada April 2014, Kirtos dan wayang rombengnya semakin populer dikalangan penduduk Ajibarang dan sekitarnya. Setiap malampun kirtos dan tujuh pengrawit selalu menggelar latihan di halaman rumahnya, tak pelak banyaknya penonton yang hadir dimanfaatkan untuk menggalang dana demi peningkatan mutu dari wayang romben...

Kliping Koran : Mahasiswa UNY Olah Roti Basi Jadi Bros

Image
sumber:google.com Pernahkan terfikirkan oleh anda, roti basi akan menjadi bros cantik?. Hal ini dapat ditemukan di kota Yogyakarta kabupaten Sleman oleh lima mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kelima mahasiswa tersebut adalah Sarah Sekar Langit- Zulfatin Rahmahani (Pendidikan Bahasa Inggris), Ari Wahtu Martina (Pendidikan Bahasa Jerman), Surya Jatmika (Fisika FMIPA), dan Diah Intan Kusuma (Pendidikan Akuntansi   Fakultas Ekonomi. Pendaurulangan roti basi menjadi bros ini merupakan terobosan baru dalam PKM Kewirausahaan sehingga dikti mendanai program yang diajukan oleh kelima mahasiswa UNY tersebut. Banyaknya roti kadaluwarsa yang tidak dapat dimakan lagi dan hanya dibuang ketempat sampah menjadi alasan kelima mahasiswa UNY dalam proyek pendaurulangan mereka. Limbah ini diubah menjadi sebuah bros cantik yang tidak hanya bernilai ekonomis tinggi tetapi juga ramah lingkungan. Cara pembuatannya juga cukup mudah yakni menggunakan teknik nendo. Apa itu...